Isep

Ruam matahari (dermatitis matahari)

Apa itu ruam matahari?

Bagi sebagian orang, paparan sinar matahari akan mengakibatkan ruam.

Sebagian besar kita menikmati sinar matahari, tapi beberapa kulit orang bisa sangat peka terhadap sinar matahari di musim semi dan musim panas, terutama yang memiliki kulit pucat dan rambut merah.

Bagi mereka, paparan sinar matahari mengakibatkan ruam yang bisa kambuh sepanjang musim panas.

Apa saja gejala ruam matahari?

Ruam matahari terlihat seperti lecet kecil kemerahan atau bintik-bintik kecil atau besar di daerah yang terkena sinar matahari. Beberapa daerah, misalnya, wajah, bisa terhindar. Ruam ini biasanya muncul setelah terpapar jam atau beberapa jam dengan sinar matahari dan bisa sangat gatal.

Siapa yang paling berisiko terkena sinar matahari?

Hal ini biasa terlihat pada anak-anak dan remaja putri dan cenderung berulang. Mereka yang menderita dari itu bisa mendapatkan bantuan hanya selama musim dingin. Kondisi ini biasanya hilang saat mereka bertambah tua dan mencapai usia 40 atau 50an.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah sinar matahari?

Selama paparan sinar matahari dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit dan peningkatan risiko kanker kulit.

Gunakan akal sehat dan hindari sinar matahari langsung saat paling kencang di sekitar tengah hari dan sore hari. Penting untuk tetap di tempat teduh dan memakai pakaian yang sesuai, misalnya topi matahari, kacamata hitam dengan perlindungan UV dan bahan pakaian yang tidak memungkinkan sinar matahari dengan mudah.

Hal ini sangat menyebalkan untuk kembali dari liburan dengan ruam kulit bukan tan yang bagus. Sayangnya, kita tidak tahu mengapa beberapa orang sangat peka terhadap sinar matahari. Namun, ada satu pengobatan preventif yang bisa ditawarkan.

Satu-satunya obat adalah dengan menggunakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari tinggi (SPF). SPF menunjukkan seberapa efektif krim melindungi Anda dari sinar ultraviolet B yang lebih berbahaya (UBV) sinar matahari yang berbahaya. Tabir surya dengan SPF 10 harus secara teori memungkinkan individu menggunakannya, tetap berada di bawah sinar matahari 10 kali lebih lama tanpa terbakar.

Jadi seseorang, yang biasanya akan mulai terbakar dalam 10 menit, secara teoritis bisa memiliki perlindungan matahari selama 100 menit.

Meskipun panjang gelombang ultraviolet B (290-320nm) terutama penyebab kerusakan kulit dari sinar matahari, panjang gelombang ultraviolet A (UVA) (320-400nm) juga dapat menyebabkan kerusakan dan mayoritas tabir surya yang tersedia untuk dibeli memiliki agen penghambat yang bertindak melawan keduanya..

Orang yang menderita ruam matahari atau bintik matahari harus memulai dengan krim dengan SPF 15 sampai 25 dan lebih tinggi (misalnya Uvistat Ultrablock).

Anda mungkin bisa menggunakan krim dengan SPF rendah setelah satu atau dua minggu saat kulit memiliki waktu untuk membiasakan diri terkena sinar matahari.

Untuk olahraga air menggunakan emulsi tahan air.

Apa itu dermatitis fotoalergi atau photosensitivitas akibat obat?

Ruam matahari (solar dermatitis). Apa saja gejala ruam matahari?
Ruam matahari (solar dermatitis). Apa saja gejala ruam matahari?

Dermatitis fotoalergik dapat disebabkan oleh tindakan sinar matahari pada kulit yang terpapar bahan kimia tertentu. Beberapa zat seperti parfum atau sabun bisa membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari.

Dermatitis fotoalergi dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan zat penyebabnya. Anda bisa membicarakan hal ini dengan dokter Anda sebelum berlibur.

Photosensitivitas yang disebabkan obat terjadi saat seseorang mengalami ruam saat terpapar sinar matahari saat mengonsumsi obat tertentu. Obat-obatan yang dapat menyebabkannya meliputi: diuretik thiazide, antibiotik tetrasiklin, NSAID (obat penghilang rasa sakit), dan lain-lain. Dokter atau apoteker Anda dapat memberikan saran tentang obat-obatan yang cenderung menyebabkan reaksi ini.